Uts Filsafat Ilmu

 MENOLAK PARADIGMA MASYARAKAT BAHWA BELAJAR KETIKA BULAN SUCI RAMADHAN MENYEBABKAN SULIT DAN NGANTUK DALAM MEMAHAMI PELAJARAN

Seperti yang kita ketahui bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan banyak manfaat di dalamnya, Bulan suci Ramadhan menjadi bulan yang paling dinanti dan dirindukan oleh umat muslim di seluruh dunia, begitu pun di Indonesia. Keberkahan yang hanya ada di dalam bulan suci tersebut menjadikan umat Islam merasakan nikmatnya menjalani ibadah.

Pada bulan ini manusia juga diharapkan untuk banyak berdoa dan berbuat kebajikan agar bencana dan musibah yang melanda bangsa Indonesia, diharapkan untuk dijauhkan dari negeri tercinta.

Ada banyak keutamaan yang dimiliki bulan suci Ramadhan, salah satunya adalah bulan penuh pengampunan. Umat muslim akan saling berlomba untuk mensucikan diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat. Hal tersebut inilah yang menjadikan bulan Ramadhan menjadi bulan yang suci.

Dan kali ini penulis ingin menyampaikan pengaruh bulan suci Ramadhan kepada Motivasi belajar siswa, Paradigma yang beredar di Masyarakat banyak yang mengatakan jika belajar di bulan suci Ramadhan adalah hal yang membosankan dan mengantuk atau bahkan sulit untuk memahami pelajaran ketika mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut. Dalam jurnal JNeurosci, para ilmuwan dari Australia meneliti Enteric Nervous System (ENS) yang disebut 'otak kedua'. ENS adalah matriks yang terdiri dari jutaan saraf yang terdapat di usus besar, yang tugasnya mengontrol pergerakan usus. Saraf-saraf ini bekerja sendiri tanpa diperintah sistem saraf pusat yang terdapat di otak.

"ENS mengandung jutaan esensial saraf untuk organisasi perilaku usus," tulis para peneliti yang mempelajari sistem ini dengan teknik pencitraan saraf presisi tinggi. Demikian dikutip dari Livescience. Para ilmuwan mengamati pola ENS ini apabila terganggu akan mempengaruhi kerja saraf di bagian pusat, yaitu otak. Itulah kenapa ketika lapar kita akan sulit untuk berpikir dan fokus pada pekerjaan.

Imam Al-Ghozali pernah menyebutkan ketika seseorang dalam keadaan lapar saat berpuasa ia akan senantiasa di ikuti dengan kesabaran dan kesadaran atas dosa-dosa, itu akan mendatangkan keuntungan besar. Kenapa penulis mengatakan demikian, karena ketika lapar dapan menjernihkan hati dan pikiran, Hal ini yang meyebabkan ketika seseorang belajar di saat puasa apabila ia menjalaninya dengan kesabaran dan kesadaran bukannya mengantuk atau sulit untuk memahami pelajaran tetapi hati dan pikirannya malah terbuka dan Allah mudahkan dalam memahami pelajaran tersebut.

Sebagaimana sabda Rasulullah "Aku ingin sehari lapar, dan sehari kenyang. Bila aku lapar, aku menjadi sabar dan tawadhu, dan bila kenyang aku bersyukur." Hal ini yang perlu ditanamkan ke Mindset siswa bahwa jangan pernah berpikiran bahwa berpuasa hanya membebani saat belajar justru perlu kita tanamkan di pikiran kita bahwa seharusnya ketika bulan suci Ramadhan kita harus lebih giat belajar dan di niatkan untuk mencari Ridho Allah Swt agar ketika kita belajar dapat memberikan kita pahala dan keberkahan di dalamnya.

Rasulullah SAW juga menyebutkan bahka ketika seseorang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu maka ia berjihad fisabilillah dan akan Allah jaga ia sampai kembali ke rumah. Jadi kita sebagai siswa harus ikhlas dalam menuntut ilmu apapun itu kondisinya kita harus tetap semangat karena pada kenyataannya semua hal di dunia ini hanyalah sementara, dan pada akhirnya surgalah yang kita inginkan.

Ternyata dengan belajar juga bisa menjadi salah satu aspek atau penyebab kita di mudahkan masuk ke surga sebagaimana sabda Rasulullah SAW "Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya." (HR. Muslim) 

Semoga dengan ihklasnya kita berpuasa kita dimudahkan oleh Allah dalam menuntut ilmu atau melakukan kebaikan apapun itu, selamat menunaikan ibadah puasa :)



Komentar